✔ Mengasah Kreativitas Guru Dengan Lesson Study
![]() |
Lesson study untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terus-menerus menurut data. |
Kegiatan Lesson Study tersusun atas 4 acara yaitu:
Baca Juga
3. Refleksi, tahapan ini yakni tahapan yang dilakukan dalam bentuk diskusi yang diikuti oleh seluruh penerima Lesson Study. Diskusi dimulai dengan penyampaian hal yang diperoleh selama proses serta kesan-kesan ketika mengajar, diikuti dengan komentar, tanggapan, masukan, saran dari anggota komunitas proses Lesson Study dengan bukti hasil pengamatan.
4. Tindak lanjut. Tahapan ini yakni tahapan lanjutan dari hasil refleksi dari hasil perolehan pengetahuan gres atau keputusan-keputusan penting dalam perbaikan dan peningkatan dalam proses pembelajaran.
Prinsipnya penerapan Lesson Study bisa menginspirasi guru untuk lebih jeli mengamati permasalahan yang terjadi di lapangan yang selanjutkan akan memicu munculnya ide kreatif guru untuk mencari solusi permasalahan yang ditemukan dilanjutkan merancang pembelajaran dengan tujuan untuk mengembangan siswa sekaligus sebagai upaya peningkatan uji kompetensi professional dan kompetensi pedagogik seorang guru.
Dalam merancang ide kreatifnya secara eksklusif guru akan membangun kompetensi sosial dengan teman sejawat dalam rangka melaksanakan perencanaan yang baik untuk menerapkan ide kreatif dalam pembelajaran, sebab kreatif berarti guru bisa membuat acara mencar ilmu yang bermacam-macam sehingga bisa mewadahi semua tingkat kemampuan siswa.
Proses penerapan dan refleksi Lesson Study berarti guru secara eksklusif melaksanakan uji kemampuan kompetensi kepribadian yang baik pada diri sendiri. Guru harus berjiwa besar dan harus menjadi suri contoh baik dalam mengajar yang eksklusif diobservasi oleh banyak orang. Selain itu, kompetensi kepribadian juga penting untuk bekal ketika proses refleksi dimana prosesnya diwarnai dengan komentar, tanggapan, masukan, saran dari para observer. Karena hanya guru yang berjiwa besar yang bisa mendapatkan semua itu untuk proses kebaikan.
Guru yang berada dalam komunitas Lesson Study akan menjadi terpelajar menempatkan dirinya menjadi lebih baik, sebab dalam pelaksanaannya secara tidak eksklusif memiliki pengaruh timbal balik terhadap diri sendiri. Ketika guru sebagai pengajar maka guru harus menemukan problem dan mencari diagnosa solusi, tetapi ketika guru ditempatkan sebagai observer, maka guru akan menemukan kelemahan dari proses yang dilihat, secara otomatis guru tersebut tahu yang lebih baik bagaimana membangun kelemahan yang ditemukan dalam proses.
Secara tidak lansung observer akan berusaha menerapkan saran-saran atau masukan yang pernah dilontarkan pada pengajar lain kepada dirinya sendiri dan akan berusaha menemukan yang lebih baik ketika menjadi pengajar ketika open class. Dari proses tersebut niscaya akan muncul impian dari guru pengajar untuk mengajar lebih baik. Karena pada setiap proses Lesson Study guru yang melaksanakan perubahan yakni guru yang berhasil menjawab pertanyaan "Belajar apakah saya hari ini dari siswa?” selain perbaikan dari masukan, saran dan solusi observer.
Penulis berharap dengan goresan pena ini, bisa menginspirasi guru untuk berpartisipasi aktif dalam agenda Lesson Study baik yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun mengikuti komunitas Lesson study yang ada di wilayah setempat, sekaligus bisa menginspirasi instansi sekolah untuk mewadahi agenda yang bersifat positif dan memperlihatkan kesempatan untuk warga sekolah khususnya guru dalam rangka pengembangan ilmu dan kemampuan.
*) Ditulis oleh Louis Ifka Arishinta, Guru SD Muhammadiyah 9 Malang dan Mahasiswa Pascasarjana MKPP UMM
Belum ada Komentar untuk "✔ Mengasah Kreativitas Guru Dengan Lesson Study"
Posting Komentar