✔ Lulusan Calon Guru Banyak Menganggur Atau Jadi Honorer
Agar LPTK menyesuaikan kebutuhan guru dengan rekrutmen mahasiswanya biar tidak mubazir. |
Lulusan calon guru dari Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) tiap tahun terus bertambah. Padahal kebutuhan guru tidak sebanyak jumlah lulusan LPTK. Akibatnya banyak lulusannya yang menganggur atau menentukan menjadi guru honorer.
Baca Juga
"Saya sudah minta dirjen guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk mengatur tata kelola guru. Semuanya dari guru PAUD sampai pendidikan menengah dirapihkan datanya," kata Mendikbud yang kutip dari JPNN (26/08/19).
Pemerintah tengah merancang kolaborasi dengan Kemenristekdikti perihal kualifikasi dan jumlah guru yang dibutuhkan. Tidak boleh lebih karena akan kuat pada kualitas guru. Itu sebabnya harus ada koordinasi dengan universitas sebagai produsen guru.
Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti juga menyoroti banyaknya lulusan guru yang menganggur. Ini karena LPTK tidak membatasi jumlah mahasiswanya.
Calon mahasiswa yang gagal masuk perguruan tinggi tinggi pilihannya, terpaksa mendaftar LPTK hanya demi status meski tidak sesuai passion. Menurutnya, menjadi guru itu panggilan hati bukan pilihan terakhir.
"Menjadi guru harusnya panggilan hati dan bukan karena pilihan ketiga atau keempat. Kalau bukan passion, guru yang dihasilkan mutunya jelek," kata Ghufron.
Dia pun menantang LPTK untuk berani membatasi jumlah mahasiswa yang masuk. Cara memperketat seleksi biar yang menjadi mahasiswa LPTK benar-benar orang terpilih. Dengan demikian guru yang dihasilkan juga berkompetisi tinggi.
Belum ada Komentar untuk "✔ Lulusan Calon Guru Banyak Menganggur Atau Jadi Honorer"
Posting Komentar