✔ Pemantapan Kemampuan Profesional Meningkatkan Kemampuan Bercerita Melalui Media Gambar

Bissmillahirrohmannirohim…seperti biasa penulis mencoba menyebarkan kembali file-file yang berafiliasi dengan dunia pendidikan, dan pada kali ini penulis BLOG mencoba merambah ke dunia Taman Kanak-Kanak (TK), PKP atau yang biasa disebut dengan Pemantapan Kemampuan Profesional, dimana seorang pendidik dalam meningkatkan profesinya harus bisa membuat PKP demi terarahnya pendidikan yang bermutu dan berkualitas. PKP yang penulis upload ini merupakan kiprah dari seorang Mahasiswa UT dan sudah resmi dinilai oleh pihak UT sendiri dan demi kemajuan pendidikan bisa dijadikan sebagai materi pertimbangan atau acuan bagi adik-adik mahasiswa yang sedang menjalankan kiprah selesai PKP atau bagi Bapak/Ibu guru yang ingin membuat PKP atau yang biasa didalam dunia pendidikan guru PTK.

Sejak tahun 1990-an dunia pendidikan mulai terbuka akan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pendidikan yang paling awal yang diselenggarakan semenjak anak dilahirkan sampai memasuki pendidikan dasar. Taman Kanak-kanak yang baik diyakini sanggup melejitkan perkembangan anak di masa emas perkembangannya.

Pendidikan anak usia dini di Indonesia mempunyai kekhasan dibanding dengan yang diterapkan di aneka macam negara. Kekhasan tersebut pada: (1) cakupan rentang usia, target anak usia dini di Indonesia dari 0 – 6 tahun, sedangkan di berbegai negara mencapai usia 8 tahun; (2) aktivitas layanan anak usia dini di Indonesia terdiri atas Taman Kanak-Kanak (untuk anak 4-6 tahun), Kelompok Bermain (prioritas anak usia 2-4 tahun), Taman Penitipan Anak (prioritas usia 0-6 tahun), dan Satuan PAUD Sejenis (anak 0-6 tahun); (3) jalur pendidikan. Taman Kanak-Kanak masuk dalam jalur pendidikan formal, sedangkan Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD Sejenis masuk dalam jalur pendidikan non formal. Kekhasan tersebut menimbulkan PAUD di Indonesia spesifik dalam penyelenggaraannya alasannya yaitu setiap aktivitas layanan mempunyai kekhasan masing-masing. Namun demikian semua aktivitas layanan PAUD mempunyai tujuan yang sama yakni mengembangkan seluruh potensi anak yang meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni untuk mencapai kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini merupakan dasar yang memberi dampak kasatmata pada keberhasilan di jenjang pendidikan di atasnya. Oleh alasannya yaitu itu, pendidikan anak usia dini dikembangkan dengan berdasar landasan keilmuan, landasan yurudis, sosial, budaya, dan pedagogis baik secara teoretis maupun empiris.

Pendidikan anak usia dini termuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mempunyai arah pembangunan PAUD 2011 – 2045 yang dibagi dalam 5 tahap yakni: (1) tahap ekspansi layanan dari tahun 2002 – 2011 tahun, (2) tahap pemantapan mutu dari tahun 2011 – 2015, (3) tahap standarisasi mutu nasional dari tahun 2015 – 2025 tahun, (4) tahap standar mutu internasional tahun 2025 – 2035, dan (5) tahap layanan paripurna tahun 2035 - 2045. Dengan arah pembangunan jangka panjang demikian dibutuhkan tahun 2045 di dikala Indonesia mencapai usia kemerdekaan ke-100 tahun, anak Indonesia tumbuh dan berubah menjadi insan yang cerdas komprehensif.

Baca Juga

Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan diri anak. Dengan pendidikan yang berkualitas akan menimbulkan bangsa indonesia bangsa yang maju dan bisa memanfaatkan sumber daya insan yang tangguh dan berkualitas. Dengan perhatian dan kesadaran terhadap pendidikan anak maka membawa dampak yang positif bagi perkembangan anak yang selanjutnya.

Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan semua aspek perkembangan yang dimiliki anak untuk memunculkan potensi secara optimal. Aspek perkembangan tersebut meliputi aspek nilai agama dan moral,aspek sosial emosional, aspek kognitif, aspek bahasa, dan aspek fisik motorik. Salah satu aspek perkembangan anak usia dini yaitu bahasa. Bahasa sebagai sarana komunikasi dengan menyimbolkan pikiran dan perasaan untuk memberikan makna kepada orang lain (Hurlock 1978: 176). Melalui bahasa, anak sanggup berguru mengungkapkan segala bentuk perasaan dalam hatinya, sehingga orang lain sanggup mengetahui apa yang dirasakan anak. Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 139) perkembangan bahasa anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur anak, kondisi lingkungan, kecerdasan anak, status sosial ekonomi dan kondisi fisik.

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, alasannya yaitu berfungsi sebagai alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain. Berbagai hasil penelitian menawarkan usia dini merupakan masa peka yang sangat penting bagi pendidikan anak (Slamet Suyanto, 2005: 2). Masa ini memerlukan rangsangan dan stimulasi yang sempurna supaya kemampuan anak berkembang optimal, termasuk kemampuan berbahasa.

Untuk mencapai tujuan pengembangan bahasa pada anak di perlukan tenaga pendidik yang propesional yaitu guru. Guru yang propesional yaitu guru yang mempunyai keterampilan, pengetahuan secara utuh, tidak saja melibatkan orang, tempat, benda-benda di samping pengetahuan keguruan, tetapi juga ide-ide kreatif dalam memakai dan merancang alat permainan yang menantang bagi anak. Peranan guru sangat penting dalam pengembangan bahasa anak, untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak Taman Kanak-kanak, sanggup diarahkan melalui komponen berbahasa yaitu: menyimak, membaca, menulis dan berbicara. Salah satu komponen berbahasa yaitu bercerita. Mengajarkan bercerita melalui media gambar di Taman Kanak-kanak sanggup dilaksanakan selama dalam batas-batas hukum pengembangan praskolatik atau pra akademik serta mendasarkan diri pada prinsip dasar hakiki dari pendidikan.

Anak Taman Kanak-kanak pada umumnya sudah bisa berkomunikasi secara lisan, namun untuk bercerita anak masih mengalami kesulitan mengingat bahasa merupakan sistem yang rumit dan melibatkan aneka macam unsur ibarat abjad (simbol), kata, kalimat dan tata cara melafalkannya. Untuk mengembangkan kemampuan bercerita pada anak, guru harus bisa membuat media berupa alat permainan yang memotivasi anak dalam belajar.

Untuk lebih jelasnya wacana file-file PKP tersebut bagi yang membutuhkan sebagai acuan dalam pembuatan PKP silahkan download link di bawah ini biar bisa bermanfaat. Aamiinn







Download Bab ISI

Artikel Terkait

Belum ada Komentar untuk "✔ Pemantapan Kemampuan Profesional Meningkatkan Kemampuan Bercerita Melalui Media Gambar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel